Uni Eropa VS Maskapai Penerbangan Indonesia

Masih segar dalam ingatan kita tentang pelarangan maskapai penerbangan Indonesia untuk mengudara di benua Eropa atas dasar kebijakan yang diambil oleh Uni Eropa pada beberapa waktu yang lalu. Kebijakan tersebut diambil karena pesawat – pesawat Indonesia dinilai tak memenuhi standar keamanan setelah terjadi sejumlah kecelakaan di Indonesia. Otoritas penerbangan di Indonesia pun dinilai gagal memberikan jaminan keamanan. Larangan itu berpengaruh besar bagi para penumpang asal Eropa yang menggunakan maskapai Indonesia lainnya di luar Eropa. Menurut kantor berita AFP, peraturan di Eropa mewajibkan para penumpang asal Eropa menerima informasi tentang maskapai masuk ke dalam daftar hitam. Mereka pun berhak menarik tiket kembali atau meminta menggunakan maskapai lain. Wakil Presiden Komisi Transportasi Uni Eropa Jacques Barrot menjelaskan, daftar hitam dari Uni Eropa terbukti akan menjadi alat untuk mencegah pesawat yang tak aman terbang ke Eropa sekaligus memberikan informasi kepada penumpang yang akan bepergian ke seluruh dunia. “Juga memastikan maskapai dan otoritas penerbangan sipil bertindak untuk menciptakan keamanan dalam penerbangan,” ucap Barrot seperti dilansir oleh kantor berita AFP. Hal tersebut secara otomatis mencoreng kembali wajah Indonesia di pergaulan internasional dan dapat berpengaruh buruk bagi pariwisata Indonesia.
Kekhawatiran pun terjadi seperti di Yogyakarta dimana para pelaku industri pariwisata di sana resah dengan adanya larangan ini. Apalagi, dunia pariwisata di Yogyakarta sampai saat ini belum pulih akibat terjadinya gempa bumi setahun lalu. Jika larangan itu betul diberlakukan, dunia pariwisata di Yogyakarta bakal terpuruk lagi. Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) Yogyakarta, M.A. Desky menuturkan, “Jika sampai larangan Uni Eropa itu ditaati oleh masyarakat Eropa akan banyak perusahaan anggota Asita yang gulung tikar karena penghasilan utama perusahaan-perusahaan ini berasal dari kunjungan turis”.
Untungnya kekhawatiran tersebut hingga kini belum terjadi. Meskipun komisi Uni Eropa melarang pesawat Indonesia terbang ke benua tersebut, namun bagi sejumlah wisatawan asal eropa sendiri, nampaknya larangan tersebut belum berlaku bagi mereka. Mereka menyatakan tidak takut naik pesawat milik maskapai penerbangan Indonesia. “Tak ada masalah dengan penerbangan pesawat Indonesia. Semua baik-baik saja dan tepat waktu, jadi kami tidak takut,” kata Jeanette Shutton, wisatawan asal Wales setelah naik salah satu pesawat milik maskapai Indonesia untuk berlibur ke Padang. Bahkan pemesanan tiket pesawat dengan tujuan ke Indonesia menggunakan maskapai penerbangan Indonesia masih banyak. Hal itu menunjukkan bahwa larangan terbang oleh Uni Eropa tidak terlalu berpengaruh terhadap minat kunjungan wisatawan asal Eropa ke Indonesia
Setelah beberapa lama kabar mengenai larangan ini beredar, yang dapat membuat kita bernafas dengan lega adalah dari kabar terbaru yang mengatakan bahwa larangan terbang ke langit Eropa bagi maskapai penerbangan Indonesia bakal dicabut. Departemen Perhubungan (Dephub) yakin akan hal itu. Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal mengumumkan kabar gembira bahwa pesawat Garuda tak jadi dicekal terbang ke Arab Saudi. Itu dilakukan setelah tim General Authority of Civil Aviation (GACA) dari Arab Saudi mengaudit maskapai penerbangan Garuda Indonesia. Hal ini akan diikuti oleh Uni Eropa karena sejumlah negara secara resmi menyesalkan keputusan Uni Eropa yang melarang pesawat puluhan maskapai penerbangan Indonesia menerbangi langit Eropa.
’’Beberapa negara telah menyampaikan sikap mereka secara resmi. Misalnya, Italia, Denmark, Latvia, Uni Emirat Arab, dan Saudi Arabia, serta beberapa negara bagian di Benua Afrika melalui surat resmi yang dikirimkan kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara masing-masing’’, kata Dirjen Perhubungan Udara Budhi Muliawan Suyitno di gedung Dephub. Menurut dia, sikap tersebut merupakan bentuk empati atas keputusan sepihak (unilateral) Komisi Uni Eropa terhadap maskapai penerbangan serta pemerintah Indonesia.
Dari tulisan diatas dapat dilihat betapa pesimisnya bangsa kita dalam menghadapi kenyataan yang baru akan terjadi. Pesimis karena khawatir pemerintah tidak mampu untuk mengatasi larangan tersebut karena dari kenyataan yang terjadi memang benar bahwa banyak kecelakaan pesawat udara yang terjadi pada maskapai Indonesia dan kecelakaan – kecelakaan itulah yang mendasari munculnya larangan untuk terbang memasuki Eropa. Beruntung beberapa negara sahabat memberikan rasa empatinya terhadap Indonesia sehingga peluang untuk mengudara di wilayah Eropa bagi maskapai Indonesia masih ada dan sedang diperjuangkan untuk menarik kembali larangan tersebut. Peluang tersebut sedikit bertambah besar melihat masih tingginya minat para wisatawan mancanegara asal eropa untuk mengunjungi Indonesia. Dengan adanya hal – hal tersebut sudah sepantasnya Indonesia mampu untuk mengatasi persoalan internasional tersebut. Persoalan akan semakin berat jika rakyatnya sendiri tidak mendukung kinerja pemerintah. Dukungan terhadap pemerintah sangat diperlukan dan patut untuk diberikan karena pemerintah tidak akan menjerumuskan rakyatnya sendiri. Dengan dukungan yang ada dari rakyat sendiri dan bahkan dari negara – negara lain, kita semua berharap agar pemerintah Indonesia mampu menuntaskan masalah ini dan kembali dipercaya di dunia internasional.

~ oleh hidayatgandaperwira pada September 19, 2007.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: